Apa itu Applicant Tracking System ?

Kualitas perekrutan perusahaan ialah indikator terbaik dalam kesuksesan perusahaan di masa depan. Masalah ini secara luas dapat dipahami tetapi sedikit sekali diselesaikan. Proses perekrutan masih saja terlihat membuat frustasi dan berantakan oleh banyak pemilik bisnis, direktur SDM, manajer perekrutan dan perekrut yang bergelut di dalamnya. Sekarang, kualitas software yang lebih baik telah membuktikan bahwa hal tersebut salah.

Bidang Sumber Daya Manusia mendapatkan tempat yang kurang baik saat bersinggungan dengan teknologi, terlebih jika dibandingkan dengan bidang penjualan yang sangat sukses didukung dengan teknologi. Tetapi saat ini kami melihat kebangkitan dalam software SDM, yakni dengan adanya Applicant Tracking System.

Apa itu Applicant Tracking System ?

 

KG E-recruitment System

Applicant Tracking System (ATS) merupakan software yang membantu proses perekrutan dengan cara mensortir cv / resume yang masuk ke sistem lalu diseleksi secara online dengan kriteria tertentu untuk menghasilkan kandidat yang tepat. Melalui sistem ini, proses rekrutmen mulai dari pengumuman, pendaftaran, dan pengiriman CV, seleksi hingga pengumuman bisa dilakukan secara online dalam website rekrutmen yang dimiliki perusahaan.

Di dalam implementasinya ATS menyelesaikan masalah – masalah di dunia SDM seperti berikut ini :

  1. Proses rekrutmen yang dianggap kurang fair dalam pelaksanaannya karena tidak adanya akuntabilitas yang baik.
  2. Proses rekrutmen yang tidak efisien dari sisi biaya, karena tidak diwadahi di dalam satu sistem yang terorganisir, sehingga menambah proses kerja seperti mensortir cv yang masuk secara manual satu per satu. Ruang lingkup dari proses rekrutmen juga dianggap memiliki cakupan yang kurang luas sehingga memerlukan banyak alokasi tenaga dalam implementasinya.
  3. Karena dalam seleksinya yang masih dilakukan secara manual satu per satu, denganĀ data pelamar kerja yang terkumpul ke divisi SDM sangat banyak, prosesĀ screening kandidat membutuhkan waktu yang lama.
  4. Proses rekrutmen yang tidak bersahabat dengan lingkungan. Apabila kertas dokumen tidak digunakan lagi, kertas akan terbuang dan mencemari lingkungan.