Cara Optimasi aplikasi web dengan PHP

Sedikit cara untuk meng-optimasi aplikasi website memang sangat-sangat penting, untuk skala kecil, cara ini memang tidak akan terasa pengaruhnya, tapi untuk skala besar, beda 1 per sekian detik saja sangat-sangat membantu, seperti orang bijak bilang, “batu kecil memang tidak melukai, tapi bisa membuat kita tergelincir”.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat coding PHP :
1. Hindari penggunaan spasi secara berlebihan.
Menghindari penggunaan spasi (atau  ) yang berlebihan adalah langkah efisien. Coba anda bayangkan setiap spasi memerlukan 1 byte data, sedangkan setiap tab (\t) juga 1 byte. Ketika kita membuat empat spasi,¬† berarti kita telah menghabiskan 4 byte data. Tentu akan lebih efisien jika hanya menggunakan sebuah tab saja.
2. Penggunaan tipe data Boolean.
PHP mengijinkan Anda menulis tipe data boolean dengan huruf kecil atau besar (case-insensitive). Meskipun demikian, penulisan dengan huruf kecil semua akan lebih cepat dibanding huruf besar. Ini dikarenakan, saat menemukan konstanta, PHP melakukan lookup hash nama konstanta. Misalnya :
if($var == TRUE) { ...... }
akan lebih efisien jika ditulis,
if($var == true) { ....... }
dan akan lebih cepat lagi jika kita menggunakan 1 dan 0 dari pada true and false.

3.Hindari konkatenasi string yang besar.
Pada saat melakukan konkatenasi string, hindari penggabungan dengan string yang ukurannya besar. Ini bisa menghambat eksekusi kode yang sebenarnya bisa ditampilkan dengan cepat. Contohnya seperti berikut:

$title = 'pendek';
$body = '...ini kalimat yang lebih panjang...';

// Konkatenasi string yang besar
echo "Hasilnya: $title\n\n$body";

// Akan lebih baik jika ditulis seperti ini
echo "Hasilnya: $title\n\n";
echo $body;

4. Penggunaan echo() dan print().
Tiga cara yang umum dilakukan untuk mencetak data adalah: echo() dan print(). Apabila untuk mencetak output dengan menggunakan fungsi (konstruksi bahasa) PHP, sebaiknya gunakan echo(), bukannya print(). Meskipun secara garis besar print() dan echo() memiliki tujuan sama, akan tetapi ada beberapa perbedaan esensial yang perlu diperhatikan. Fungsi print() berperilaku seperti fungsi pada umumnya, dan memiliki nilai kembalian (return value) berupa integer 1. Dengan demikian, print() dapat digunakan sebagai bagian dari ekspresi yang lebih kompleks. Sementara itu, echo() mampu menerima lebih dari satu parameter sekaligus,
dan tidak memiliki nilai kembalian.

print 'coba 1';
echo 'coba 1';

// Menggunakan beberapa parameter
echo 'Coba 1', "Coba 2", '...';

Fungsi string echo() akan dieksekusi lebih cepat dibanding dengan print(). Perbedaan ini disebabkan karena fungsi print() akan mengembalikan status (integer) yang menyatakan apakah proses berhasil dilaksanakan atau tidak. Di sisi lain, echo() hanya menampilkan output saja dan tidak mengerjakan apa-apa lagi. Ada pun dalam implementasinya, status nilai kembalian dari penggunaan fungsi string hampir tidak pernah diperlukan.

Konstruksi bahasa echo() juga mengijinkan kita untuk memberikan lebih dari satu string sebagai parameter. Menggunakan beberapa parameter akan lebih cepat dibanding mencampur variabel ke dalam sebuah parameter tunggal. Contohnya seperti berikut:
$a = 'Coba';
$b = 'Lagi';

//mencampur menjadi parameter tunggal
echo 'Harus ' .$a. ' dipahami ' .$b;

//akan lebih cepat
echo 'Say ', $a, ' to ', $b;

5. Mengetahui panjang string.
Biasanya untuk mengetahui panjang karakter dari suatu string adalah dengan menggunakan fungsi strlen(). Untuk tujuan yang sama, sebenarnya ada cara yang dinilai lebih cepat, yaitu menggunakan isset(). Contohnya seperti berikut:

if (strlen($str) < 10) {
echo 'Panjang karakter harus 10 ya';
}

//akan lebih cepat
if (!isset($str{10})) {echo 'Panjang karakter-nya kurang/lebih dari 10 tuh';
}

Seperti halnya kasus echo() dan print(), isset() memerlukan waktu eksekusi lebih pendek karena  isset() merupakan konstruksi bahasa.

6. Penggunaan kondisi perbandingan antara variabel dengan konstanta.

Kita dalam penggunaan kondisi perbandingan antara variabel dengan konstanta seperti ini :
if($var == '4') { .... }, tetapi akan lebih cepat apabila konstanta disebutkan terlebih dahulu,
if('4' == $var) { .... }.
Gimana guys, hal-hal simple bukan ?? Ini hanya beberapa cara sederhana untuk mengoptimasi aplikasi PHP, masih banyak faktor lain yg berpengaruh untuk masalah ini, mulai dari server dan databasenya.

3 thoughts on “Cara Optimasi aplikasi web dengan PHP”

  1. Untuk poin 6 kok bisa begitu? Kenapa posisi bisa menentukan kecepatan? Mudah-mudahan blog ini akan segera di-update dengan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap optimasi PHP lainnya, seperti yang disebutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *