YII vs ZEND vs LARAVEL vs CODEIGNITER : Siapa pemenangnya?

Kami mencoba membandingkan diantara framework PHP (YII vs ZEND vs LARAVEL vs CODEIGNITER) mana yang paling populer di Indonesia serta prediksi trend nya ke depan.

Perusahaan web design kami komunigrafik sejak awal berdiri telah memilih PHP sebagai platform utama pengembangan website. Popularitas serta kemudahan mencari tenaga kerja yang menguasai bahasa pemrograman ini menjadi pertimbangan saat itu. Selain memilih bahasa pemrograman, memilih framework yang tepat tentunya juga hal yang penting.

Berikut hasil analisa google mengenai keempat framework di atas.

trend

Grafik di atas diperoleh dari jumlah pencarian yang dilakukan, sehingga dirasa cukup tepat untuk memotret mana framework yang berhasil menggaet hati atau minimal membuat penasaran para programmer di Indonesia. Beberapa temuan yang bisa disimpulkan:

  • Code Igniter masih merajai, tapi jika diperhatikan trendnya terus menerus turun. tampaknya kekhawatiran akan masa depan framework ini mulai dipertanyakan karena lambatnya update.
  • Laravel tampaknya jadi ‘kuda hitam’ nya..  secara pasti menyalip Yii
  • Yii tampaknya tidak banyak peningkatan.. tapi release terbaru Yii 2.0 akhir september kemarin tampaknya cukup menjanjikan, sehingga cukup menarik melihat persaingan ketat Laravel dan Yii
  • Zend? maaf…tampaknya harus siap dikubur jika tidak segera melakukan perubahan

Hal lain yang cukup menarik ialah distribusi trend si masing2 wilayah penghasil programmer (Jawa Barat, Yogyakarta dan Jakarta). Masing2 memiliki preferensi yang berbeda tentang framework yang jadi pilihan, mungkin peran komunitas di masing2 kampus penghasil programmer menjadi penyebabnya.

Anda punya pendapat lain? silahkan comment 🙂

Mengenal Search Engine Marketing

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Search Engine Marketing (SEM), saya akan coba bahas terlebih dahulu definisi SEM

Search Engine Marketing (SEM) adalah salah satu cara pemasaran melalui internet dengan cara meningkatkan ‘visibility’ website kita dalam hasil pencarian search engine. SEM dapat dilakukan dengan mengoptimalkan SEO/Search Engine Optimization (off site & on site) maupun dengan membayar iklan pada perusahaan search engine.

Jadi, SEM memiliki cakupan lebih luas dari SEO. SEM (Searh Engine Marketing) meliputi pemanfaatan layanan berbayar (seperti Google Adwords atau Big Ads) serta SEO (Search Engine Optimization).

Terkadang digunakan juga istilah “search marketing” untuk menyebut “search engine marketing”, jadi jangan bingung.. keduanya adalah hal yang sama.

Mengapa ‘visibility’ website kita dalam halaman hasil pencarian penting dioptimalkan?

Tempatkan posisi Anda di posisi konsumen, ketika seorang calon customer melakukan pencarian di search engine (google misalkan), google akan menampilkan hasil yang paling sesuai dengan “kata kunci” yang diketikkan, disinilah ‘visibilitas’ website Anda menjadi penting, karena akan percuma jika website Anda menawarkan produk atau informasi yang dibutuhkan tapi muncul di halaman 12.. jangan berharap si calon customer ini akan dengan sabar mengklik satu demi satu halaman hingga sampai di halaman Anda. Pastikan calon customer Anda secepatnya menemukan link ke website Anda dengan memastikan bahwa Anda memiliki strategi search engine marketing yang baik.

Apakah Strategi Search Engine Marketing yang baik akan berdampak besar bagi bisnis saya?

Memang hal tersebut akan sangat tergantung paja produk/layanan apa yang Anda tawarkan, bagaimana profil target market Anda serta seberapa ketat persaingan untuk kategori produk Anda di dunia online. Tapi saya rasa saat ini hampir sebagian besar bisnis bisa merasakan ‘impact’ yang cukup signifikan dari penerapan strategi SEM yang baik.

Kunci berhasilnya SEM mempengaruhi angka sales atau penjualan Anda ada di sisi ‘efektivitas’. Berikut penjelasannya mengapa pada sebagian besar kasus SEM lebih unggul dari cara pemasaran lain.

  • Tertarget secara demografis
    Kita bisa sangat spesifik menentukan bahwa iklan kita hanya muncul pada audience yang melakukan pencarian di serch engine di kota tertentu.
  • Tertarget hanya pada calon customer yang tertarik pada produk Anda
    Seseorang yang mengetikkan nama produk tertentu pada search engine tentunya telah memiliki ketertarika pada produk tersebut. Tinggal apakah website Anda bisa mengkonversinya jadi sales atau tidak.